CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 20 November 2012

Orbino Padova Crocodile Skin – USD689


Casing pelindung ini termasuk yang paling mahal harganya. Salah satu faktornya karena terbuat dari kulit buaya dan desain berkelas.

Yves Saint Laurent iPad Case – USD595



Aksesoris iPad memang cukup banyak dikeluarkan oleh rumah mode tenar. Seperti Yves Saint Lauren yang turut merilis pelindung iPad nan gaya ini, tentunya dengan harga yang aduhai menguras isi kantong.

Burberry of London iPad Cover – USD475



Cover iPad ini diperlengkapi dengan retsleting untuk membungkus iPad dengan aman. Tersedia dalam beberapa pilihan warna, casing yang cukup trendi ini harganya nyaris Rp 5 juta.

Oscar de la Renta Degrade Python – USD390



Sesuai namanya, casing iPad ini terbuat dari kulit ular phyton. Memang tekstur dan warnanya mirip dengan kulit ular. Harganya cukup menjulang, hampir sama dengan iPad versi termurah.

Louis Vuitton iPad Cases



Casing pelindung bergaya ini bikinan rumah mode ternama, Lous Vuitton. Meski bentuknya terkesan biasa saja, casing ini dibanderol di kisaran harga Rp 3 jutaan.

Middlemist Merah (Middlemist kamelia)



Tanaman ini mungkin adalah tanaman berbunga paling langka di dunia karena hanya terdapat 2 sampel di dunia. Salah satunya dapat ditemukan di sebuah taman di Selandia Baru dan yang lainnya terletak di sebuah rumah kaca di Inggris. Tanaman ini awalnya dibawa ke Inggris dari China oleh John Middlemist pada tahun 1804. Sejak saat itu, tanaman ini benar-benar telah punah di China. Tanaman yang ditanam di Inggris tetap tak berbiak selama bertahun-tahun dan hanya baru-baru ini mulai mengeluarkan bunga. Bunganya sendiri berwarna merah muda cerah dan terlihat hampir mirip seperti mawar.

Anggrek Hantu (Epipogium aphyllum)



Anggrek Hantu merupakan tanaman langka menarik yang diduga punah selama hampir 20 tahun, dan baru-baru ini berhasil ditemukan hidup kembali. Tanaman ini sangat langka karena pada dasarnya tumbuhan ini tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Tanaman ini tidak memiliki daun, tidak bisa berfotosintesis dan tidak memproduksi makanannya sendiri. Seperti Lady Slippers, tanaman ini memerlukan jamur tertentu yang memberinya makan. Anggrek Hantu tidak pernah menumbuhkan daun, dan akan selalu bergantung pada jamur untuk makanannya. Anggrek Hantu dapat hidup di bawah tanah selama bertahun-tahun, tanpa menunjukkan tanda-tanda eksternal dan hanya akan mekar ketika semua kondisi optimal. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa pencarian anggrek ini selama bertahun-tahun tidak menghasilkan apapun.