Signora1897-ers, setelah hasil yang sangat mengecewakan melawan
Galatasaray, banyak pihak yang mengkritik permainan Juve yang mulai
menurun. Memang, setelah menang meyakinkan melawan Lazio 4-1 pada pekan
kedua Serie A, praktis Juve selalu kesulitan untuk menang dengan
meyakinkan. Lini belakang yang sering kehilangan konsentrasi dan lini
depan yang sulit menembus lawan yang menumpuk pemainnya di daerah
pertahanan dinilai menjadi penyebab utama penurunan performa Juve.
Seolah
ingin membuktikan bahwa tidak ada penurunan kualitas permainan di dalam
skuadnya, laga melawan meelan tadi pagi mungkin momentum tepat sebelum
international break untuk membungkam kritikan yang tertuju pada skuad
Conte.

Laga tengah pekan kemarin melawan Galatasaray tampaknya sedikit membuat Conte untuk melakukan perubahan pada starting line-up.
Lichtsteiner dan
Vucinic
yang biasa menjadi pilihan Conte terpaksa tidak dapat diturunkan karena
mengalami cedera saat tengah pekan kemarin. Posisi mereka digantikan
oleh
Padoin dan
Quagliarella, selebihnya Juve bermain dengan tim terbaiknya. Berikut starting line-up Juve dan meelan.
Juventus (3-5-2): Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Padoin, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Tevez, Quagliarella
Meelan (4-3-1-2): Abbiati; Abate, Mexes, Zapata, Constant; Nocerino, De Jong, Muntari; Montolivo, Robinho; Matri
Pada
pertandingan yang digelar di Juventus Stadium ini, secara mengejutkan
meelan langsung membuat Juventini terdiam pada awal laga dengan membuka
angka ketika pertandingan belum genap 1 menit, lebih tepatnya pada detik
ke 19 yang dicetak oleh
Muntari. Sejauh ini, gol yang dicetak Muntari pada detik ke 19 tersebut merupakan gol tercepat pada Serie A musim 2013/2014.
Juve 0 – meelan 1
Seolah
dibangunkan oleh gol Muntari, Juve yang tidak ingin dipermalukan meelan
di kandang berusaha membalas dengan melakukan serangan ke gawang meelan
yang dikawal oleh Abbiati. Terhitung terdapat tiga peluang dari
Quagliarella, Asamoah, dan Chiellini yang gagal dimaksimalkan menjadi
gol.

Setelah
berusaha untuk menekan meelan, akhirnya Juve dapat menyamakan kedudukan
pada menit ke 15. Berawal dari pelanggaran de Jong pada Tevez, Juve
yang mendapatkan tendangan bebas tepat di depan gawang meelan tidak
membuang kesempatan tersebut.
Andrea Pirlo yang menjadi algojo tendangan bebas berhasil membuat meelonisty harus merasakan pahit yang sangat teramat karena harus melihat
“sang mantan” menjebol gawang Abbiati.
Juve 1 – meelan 1

Masuknya
Pogba dan
Gio
pada babak kedua terbukti membuat permainan Juve lebih hidup, bahkan
nama terakhir yang disebut langsung mengubah papan skor setelah baru 2
menit masuk ke dalam lapangan. Memanfaatkan umpan Vidal,
Giovinco dengan tenang mengoyak gawang Abbiati untuk membawa Juve unggul.
Juve 2 – meelon 1
Tertinggal
1-2 oleh Juve, meelan berusaha menyamakan kedudukan dengan terus
berupaya mencari gol penyama kedudukan. Namun petaka bagi meelan, disaat
tim mulai mencari gol penyeimbang, bek binal mereka Mexes harus
dikeluarkan karena melanggar Giovinco.

Mendapatkan
tendangan bebas dari pelanggaran terhadap Gio, Andrea Pirlo yang
dipercaya menjadi eksekutor tendangan bebas, lagi-lagi menjadi momok
bagi meelan. Meskipun tendangan bebasnya tidak membuahkan gol, namun
bola tendangan bebas Pirlo yang membentur tiang gawang dapat dikonversi
menjadi gol oleh
Chiellini.
Juve 3 – meelan 1
Tertinggal
dua gol dan bermain dengan 10 pemain, tampaknya membuat para pemain
Juve berpikir bahwa pertandingan telah usai, namun secara mengejutkan
meelan mampu memperkecil kedudukan melalui
Muntari. Dari proses
terjadinya gol, gol konyol tersebut berawal dari kecerobohan Pogba yang
terlalu lama membawa bola dan berhasil direbut pemain meelan sebelum
Muntari melepaskan tendangan yang membentur Bonucci.
Juve 3 – meelan 2
Seakan
mendapat angin segar selepas gol tersebut, di sisa-sisa waktu terakhir
meelan mencoba untuk menyamakan kedudukan, bahkan peluang terakhir
meelan yang diciptakan Zapata hampir saja menjebol gawang Juve
seandainya bola sundulan tersebut tidak melambung di atas gawang Buffon.

Hasil
3-2 untuk Juve bertahan hingga peluit akhir dibunyikan, hasil positive
tersebut juga mengantar Juve bersama Napoli untuk menempel Roma di
puncak klasmen dengan selisih dua poin. Meelan sebenarnya beruntung
hanya kalah dengan selisih 1 gol, karena menurut penulis Juve sebenarnya
berhak mendapatkan 2 penalty dari pelanggaran Chiello dan Tevez. Selain
berhak mendapatkan penalty, Mexes juga seharusnya mendapatkan kartu
merah langsung saat memukul Chiello, karena kejadian tersebut bukan
pertama kalinya dilakukan bek binal tersebut, sebelumnya bek binal
tersebut juga pernah melakukan pukulan ke arah dada Borriello ketika
Borri masih membela Juve.
Selepas pertandingan,
Antonio Conte selaku pelatih Juve memberikan komentarnya mengenai pertandingan tersebut dan juga keputusannya memasukkan Giovinco
“It
was a good performance tonight, but we have to improve. At the moment
we concede with the first shot on target, so that’s bad luck but also
our own mistakes. We have been living with this situation for a while;
it’s almost as if we need a slap to wake us up. Today was crazy, as I
almost didn’t notice Milan had scored after 20 seconds. We did well to
get back on our feet against a strong Milan. I thought I’d made an
inspired substitution against Galatasaray on Wednesday, but then we
conceded the equaliser and everyone said I’d made terrible decisions. It
is all based on the result, whereas the evaluation of a team must go
beyond that. I am glad that after so many times people asked about
this,Giovinco finally scored a decisive goal. I am happy for Seba, as he
gets too much criticism from the Juve fans. It’s not fair, as he is as
good as the other strikers and needs support. I hope the rapport with
the supporters can improve because of this goal.” (Antonio Conte – Sky Sport Italia)
Selain Conte,
Giorgio Chiellini yang juga mencetak gol ketiga Juve memberikan komentarnya mengenai tindakan bek binal meelan
“Some
people are repeat offenders. Toughness and determination in football
should be praised, because you have a hard tackle and shake hands, but
this is not football. This sort of thing needs to be punished heavily,
because it is not fair play and it is not football. I’ve had some tough
tackles in my time, but I don’t recall ever doing that. (Giorgio Chiellini – Sky Sport Italia)
Dari pihak meelan, Allegri selaku pelatih meelan juga memberikan opininya terhadap perilaku bek binal yang dimilikinya tersebut.
“It
wasn’t a punch, it was a tussle in the box and he hit him on the back.
If you want to call it a punch, then call it that, but there are a
thousand different fouls like that in the box. He didn’t even catch his
face. It was absolutely not a punch.” (
Max Allegri – Sky Sport Italia)
*** Selain kabar berita dari pertandingan Juve – meelan tadi pagi, terdapat sedikit rumor transfer yang
mengaitkan
Romelu Lukaku
yang akan pindah ke Juve pada Januari mendatang. Memang terlalu
prematur untuk membicarakan rumor transfer musim dingin pada bulan
Oktober, namun apapun dapat terjadi dalam sepakbola.

Romelu
Lukaku, striker jangkung asal Belgia yang dipinjamkan Chelsea ke
Everton ini dikabarkan akan bergabung dengan Juve pada Januari
mendatang, indikasi tersebut seiring dengan bergabungnya Lukaku menjadi
salah satu klien super agent Mino Raiola yang dikenal dekat dengan Juve.
Mino, selaku agent juga membantah akan hengkangnya Lukaku ke Juve, berikut kutipan Mino Raiola terkait rumor Lukaku ke Juve
It’s
impossible that he’ll move to Juve in January for a number of reasons.
He’s on loan at Everton, and he doesn’t want to leave and he doesnt have
a buy out clause (Mino Raiola – La Derniere Heure)

Sebelum
menutup Daily News hari ini, terdapat kabar dari Milos Krasic yang
kembali ke Turin, ya Krasic kembali ke Turin. Kedatangan Milos tentu
bukan untuk bermain untuk Juve, namun kedatangannya kemarin sempat
tertangkap kamera berada di tribun Juventus Stadium untuk melihat
pertandingan Juve dan meelan. Memang sudah bukan rahasia lagi kalau
Milos adalah seorang Juventini, pada saat masih membela CSKA Moskva, dia
lebih memilih Juve daripada kipasan pounds yang ditawarkan City. Tidak
hanya berhenti disitu, kecintaannya terhadap Juve juga dibuktikan ketika
dirinya rela merogoh kocek pribadinya untuk menyewa jet pribadi agar
tidak terlambat untuk bergabung bersama rekan-rekannya di Villar Perosa.
Bahkan sekarang meskipun tidak menjadi proyek Conte, Krasic
menyempatkan diri untuk mendukung Juve dari tribun penonton. Oleh karena
dedikasinya tersebut, tidak salah apabila John Elkann menjulukinya
“another blonde angel”.
Good Luck e Forza Milos!
View the original article here